IKATAN GURU INDONESIA

Kenapa Rakornas IGI 2017 harus di Maluku. RAKORNAS, mungkin akan sesukses Impian Rakernas kawan kawan IGI sultra yang di nahkodai pak Jasmin cs. Karna bagaimanapun kita harus akui wisata Wakatobi (wanci Kalidupa tomia binongko) dengan deretan karang terpanjang di dunia punya magnet tersendiri untuk memikat turis di setiap even kelas nasional, bahkan kelas Internasional. tidak keliru jika IGI sultra juga punya mimpi yang sama menggandeng isu destinasi wisata wakatobi untuk perhelatan Nasional melalui rakornas IGI 2017, Namun Maluku juga tidak kalah daya pikatnya dengan destinasi wisata Laut, pantai, pulau dan keindahan kepulauan Banda.

Belum lagi eksotisme Ora Beach, Osi Island, dan lain lain yang mudah dijangkau hanya dengan sekali penerbangan, ke ibukota Maluku, Ambon. Tapi mari kita minggirkan dulu destinasi wisata ini yang mungkin akan jadi pemanis kata dalam perhelatan akbar sekelas rakornas nantinya. Kita kembalikan ke substansinya bahwa rapat akbar yang berlabel RakorNas entah nanti disepakati apapun namanya, adalah konsolidasi organisasi yang ingin dipublikasi luas bahwa secara internal kita IGI sedang solid, dan siap berekspansi keluar, membumikan agenda-agenda peningkatan mutu bagi para guru yang imbasnya pada peningkatan kualitas pendidikan siswa-siswi kita, termasuk demi kemajuan pendidikan pada umumnya.

Untuk Kesekian kalinya jika ingin berbagi cerita betapa sulit membangun pondasi IGI di Indonesia, dan di setiap wilayah, hingga ke kabupaten kota dan pelosok, termasuk di Maluku, dan kami pun punya cerita dan pengalaman yang tidak jauh beda, itu bagian dari cerita sukses yang nantinya ingin dibangun IGI melalui suksesi even nasional, salah satunya melalui rakornas dengan harapan IGI akan menggurita di Nusantara maka kami akan ukir cerita itu dimulai dari Indonesia Timur, Maluku. Kami salut dengan perjuangan kawan-kawan lainnya di berbagai daerah, termasuk Sultra dengan komandan lokalnya pak Jasmin Cs. Jika kawan-kawan IGI Sultra sangat mendambakan Even yang sama, kami juga sangat setuju, dan mendukung, tapi sangat cocok setelah Maluku menggelar even ini di tahun depan 2017 dan Wakatobi sangat cocok dihelat pada tahun depannya 2018.

Tentu ini, Ide rakornas tidak lahir dari ruang hampa, track record Maluku membangun IGI dengan militan dan heroik, berkat beberapa karakter pengurus kami yang militan bahkan siap ‘berdarah-darah’ dengan IGI, bagian yang tidak dipisahkan dari cerita ide dilaksanakannya Rakornas IGI tahun depan. Buktinya setelah kami hadir di Rakernas Lombok, meski terlambat datang kisah perjuangan kami ternyata sudah dinantikan untuk dibagi beberapa Pengurus wilayah dan pengurus Pusat. Orang seperti Pak Asmara Wassahua yang menjadi Ikon IGI Maluku ternyata sangat dinantikan di semua wilayah, dan perlu semua tahu, ada puluhan orang yang seperti pak Asmara Wassahua dengan gelar barunya Ustad IGI yang sedang ambil bagian dari cerita sukses berdirinya IGI Maluku, hingga saat ini dan mendunia.

Kami bilang mendunia karna terus menerus melakuakn sharing dengan kawan-kawan SEAMOLEC dan SEAMEO Bangkok, lewat Mereka lah pak ABI dan Pak Gatot, yang terus menerus membakar semangat kami untuk tampil mengalahkan rasa takut bayangan birokrasi. Setahu saya pak Gatot malah lebih kenal pak Asmara dibanding pak Basri yang sudah berekecimpung alam dengan seamolec. Ini terbukti dua even workshop Seamolec yang serentak berjalan di dua kota Ambon dan Masohi, secara serentak bersamaan sukses membimbing 120 guru sebagai ikon atau pioner perubahan kelas digital di Maluku.

Cerita sukses belum berakhir, ketika Tuhan menjodohkan kami dengan Komisi Pemberantasan Korupsi, atas inisiasi beberapa pengurus pusat dan pak Ketum MRR, yang mempercayakan IGI menunjuk guru-guru terbaiknya untuk dilatih pembelajaran antikorupsi, alhasil 90 guru-guru terbaik se Maluku dilatih oleh kawan kawan bagian tindak pencegahan KPK, dan kini menjadi garda terdepan pembelajaran literasi anti korupsi di Maluku. Saya sempat bertanya kepada kawan-kawan KPK, kenapa tidak menunjuk orprof lain seperti PGRI yang sudah ‘senior’ jawabannya mereka tidak dipercaya. Jelas pemilihan IGI Maluku bukan hadir di ruang hampa, tapi track record IGI Maluku yang bersih dan juga ‘seksi’, jika di terawang (bukan di terawangan).

Kisah ‘berdarah-darah’ IGI Maluku pun sempat disaksikan langsung oleh Pak Basri Lahamudin, pengurus pusat yang saat itu mewakili ketum untuk hadir langsugn di kota Ambon dan Masohi, menyaksikan bagaiman kami berjibaku dengan teror dan ancaman dari birokrasi, dan berhasil kami lalui, sehingga beberapa pengurus Wilayah, Pengurus Pusat, bahkan anggota IGI mau berguru dari kami IGI Maluku, dan nekat akan datang sendiri dalam even nasional IGI jika dilaksanakan di Maluku, dan tercetuslah Rakornas IGI oleh panitia 9 yang direstui juga oleh beberapa pengurus Pusat, termasuk Bendahara Umum, Pak Gusti Surian, meski panitia ini juga kami sadar adalah panitia ‘jadi-jadian’ saja..

Cerita sukses IGI Pro Maluku membangun jaringan dan bergerak dinamis kini membuahkan hasil, tidak butuh 5 tahun, tapi 5 bulan saja, bahkan ada yang mengatakan seperti bayi lima bulan yang super, karna berhasil menginisiasi berdirinya IGI di 5 kabupaten kota yang terpisah pulau dan jarak yang jauh. Dengan kisah ini Kami bisa meyakinkan banyak kalangan di daerah bahwa di IGI lah gerbong tercepat untuk melejitkan potensi dan kualitas Guru yang terpuruk. Jika IGI tumbuh dengan Lambat di beberapa tempat, maka kami akan pastikan, 20% dari total guru di Maluku akan gabung di IGI tahun ini, jika rakornas diberikan kepada kami di Maluku untuk dilaksanakan. Tentang destinasi wisata, kami tidak bisa berjanji lebih waah seperti wakatobi, tapi keindahan Pulau Banda, dan tempat tujuan wisata lain di Maluku yang terkenal, adalah penggalan surga yang jatuh di bumi.

Dan kami akan kenalkan rakornas dengan cara yang berbeda dari even Nasional IGI sebeumnya. Jika memungkinkan dan disetujui, kami akan melakukan MoU dengan pimpinan PT.PELNI untuk menggunakan fasilitas kapal PELNI agar bisa melakukan rakornas di atas kapal selama perjalanan dari Ambon, ke pulau Banda, dan ke Tual, kemudian ke Banda lagi, dan ke Ambon selama 4 hari. Hal ini bukan tidak mungkin karna pemda Maluku sudah melakukan ini untuk perhelatan ini untuk agenda daerah, dan IGI tinggal melanjutkan. Dan ini menjadi rakornas pertama yang dilakukan di atas Kapal, tentunya tidak mabuk, karna kapal seperti hotel berbintang, bersamaan dengan itu kami akan gelar seminar Internasional Guru-guru berprestasi yang akan menyampaikan isu-isu utama tentang pembelajaran di abad 21, sehinga mampu menjembatani pengetahuan kawasan asean, dan mengakat citra pendidikan kawasan timur Indonesia. Tetang sumber Dana, sumber dana kegiatan ini akan kami maksimalkan dengan dukungan pemda dan pemprov, karna saat ini sedang gencar-gencarnya pemda kami mengangkat citra Maluku di mata nasional khusus dalam dunia pendidikan, dan jalan inilah salah satunya. Maka dengan senang hati jika Maluku dipercaya untuk Rakornas 2017, kami akan bersiap diri, mengkampanyekan dari saat ini. Makanya tagline kami IGI Pro Maluku bisa diterjemahkan IGI mendukung Maluku.

Salam IGIers

Ketua IGI Maluku Ode Abdurrachman ‪

#‎AyoKeMaluku‬ ‪

#‎RakornasIGIMaluku2017‬ ‪

#‎untukMalukuCerdas‬ ‪

#‎IGIProMaluku‬

dibaca 780 kali