IKATAN GURU INDONESIA

10 April 2016 menjadi momentum tak terlupakan buat Ikatan Guru Indonesia. Gedung LPMP Semarang yang besar itu tak kuasa menampung ratusan guru bukan hanya dari Jawa Tengah tapi juga dari mancanegara, disanalah Pelantikan Pengurus Pusat Ikatan Guru Indonesia, Pengurus Wilayah IGI Jateng dan Pengurus Daerah IGI SeJawa Tengah

IGI Jawa Tengah kali ini bisa membuktikan bahwa IGI di Jawa Tengahitu sungguh telah besar

International Seminar yang digelar bahkan telah menolak peserta hampir sebulan sebelum pelaksanaannya karena kuota peserta terisi penuh hanya 75 jam sejak pertama kali dibuka, begitu banyaknya peserta sehingga para pengurus IGI tak dapat kursi dan lebih banyak yang lesehan diluar ruangan.

Cheng Poh Yeah dari Singapura, Gatot HP, Direktur SEAMEO Bangkok, Indra Charismiadji, Satria Dharma dan beberapa pembicara laiannya dihadirkan disana

Jauh sebelum itu sekitar 5-6 tahun yang lalu,seorang guru muda meraih medali emas Microsoft Innovatif Teacher Se-Asia Pasifik bernama Mampuono, oleh Muhammad Ihsan, Sekjen IGI saat itu, Mampuono diangkat menjadi Ketua IGI Jawa Tengah, kehadiran IGI diJawa Tengah ini telah melahirkan tantangan luar biasa di Jawa Tengah, IGI saat itu seakan menjadi bahaya laten yang keberadaannya dianggap sebagai sebuah ancaman.

Mampuono pun tak habis akal, IGI dihambat, lahirlah Formulasi yang mejadi wadah guru-guru yang progresif, berfikir maju dan mau berubah.
Organisasi ini dibentuk sesugguhnya karena IGI kesulitan berkibar sehingga Formulasi ini terlah menjadi wujud organisasi Under Ground IGI yang bergerak dengan selubung Formulasi mengembangan kemampuan IT guru-guru di Jawa Tengah, ibarat menyemai bibit, tumbuhnya kapan pun tak jelas tapi dengan semangat ingin maju mereka terus saja mengajak guru-guru untuk terus berubah.

IGI yang terhambat, formulasi pun ditumbuhkan hampir di semua kabupaten/kota dan Mampuono berbeda dengan Guru-guru hebat lainnya yang takut terkalahkan, Mampuono bahkan terus melebarkan kemampuan kepada guru-guru lainnya sehingga guru-guru Jawa Tengah seolah telah menjadi murid-muridnya.

Dan puncaknya, ketika Mampuono dipilih menjadi Sekjen IGI dan bibit-bibit yang disemai lewat formulasi ini serentak menampakkan wajahnya 10 April 2016 di Semarang menjadi sesuatu yang membuat mereka semua merinding menyaksikan sesuatu yang luar biasa, bibit yang dulu terus dihambat, kini telah tumbuh tak terbendung, Mampuono telah berhasil menanam bibit, lama tembuhnya, terus diharapkan dan akhirnya luar biasa karena Mampuono tak pernah kecawa menanam bibit

Kawan-kawan semuanya, jika yakin sepenuhnya bahwa itu adalah kebaikan, jangan takut menanam bibitnya, tumbuhnya kapan, biar Allah yang mengawalnya

Ditulis di Makassar-Surabaya, 26 April 2016, sebagai utang tulisan.

Muhammad Ramli Rahim
Ketua Umum Pengurus Pusat IGI
2016-2021

 

dibaca 527 kali

Komentar